Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Desember 2016

Mengenal Tradisi "Angkat Rumah" di Sulawesi Barat


Bingkai News - TradisiI "Maakkeq Boyang" di Polewali Mandar, Sulawesi Barat sungguh unik dan mempertahankan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, yakni gotong royong. Banyak yang belum tahu dan mengenal tradisi yang satu ini. Masyarakat Polewali Mandar beramai-ramai memindahkan rumah panggung dalam keadaan utuh. 

Bukan main memang, tapi siapa sangka dengan bergotong royong hal yang kedengarannya tidak mungkin ternyata bisa dilakukan. “Kita memindahkan rumah dengan cara diangkat bersama teman-teman dan saudara yang kita ajak,” kata salah seorang warga yang diwawancarai di video Seputar Indonesia. Tradisi Mandar yang telah dilakukan oleh nenek moyang masyarakat setempat juga diikuti kepercayaan lain. 

Saat rumah dipindahkan, dua anak kecil harus ada di dalam rumah agar dapat mengusir roh jahat dan membuat tradisi berjalan lancar. Setelah rumah dipindahkan, ule ule bue atau sejenis kacang hijau disajikan oleh pemilik rumah untuk dinikmati masyarakat. Ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur karena tradisi maakkeq boyang telah selesai dilakukan. 

Rabu, 30 November 2016

Penjelajah Asal Polandia Temukan Gua Bawah Air Terdalam di Dunia

  Penjelajah asal Polandia temukan gua bawah air terdalam di dunia (Foto: Abc.net)

Sekelompok penjelajah asal Polandia, berhasil menemukan gua bawah air terdalam di dunia. Gua ini ditemukan di Republik Ceko dengan kedalaman mencapai 403 meter di bawah permukaan laut. Dipimpin oleh pria bernama Krzystof Starnawski, kelompok penjelah itu menemukan gua tersebut di daerah Hranicka Propast, juga dikenal dengan sebutan Hranic Abyss, sebagaimana dilansir Travelandleisure. 

Selama 20 tahun terakhir, Starnawski telah menjelajahi berbagai tempat untuk menemukan gua bawah air terdalam di dunia. Ia dibantu oleh sebuah robot berteknologi tinggi saat melakukan aktivitasnya itu. Robot tersebut berfungsi sebagai navigasi untuk mencapai daerah yang sulit untuk dijangkau. Hal tersebut dapat disaksikan dalam video yang diunggahnya pada 2015 lalu.

Pada awal penjelajahan, Starnawski mengira bahwa kedalaman gua yang ia temukan hanya menyentuh angka 198 meter. Namun, ia berhasil menemukan sebuah lubang sempit yang mengarah ke sebuah terowongan vertikal pada 2014. 

Tahun lalu, Starnawski memutuskan untuk kembali menyelami gua tersebut, dan mendapati lubang sempit itu telah hancur sehingga dapat dimasukinya. Ia mengatakan kepada Associated Press, bahwa ia merasa seperti “Columbus dari abad ke-21” yang mempertaruhkan nyawa demi menemukan sebuah gua bawah air terdalam di dunia.


Sumber : okezone.com

Foto di Paspor Tak Boleh Tersenyum, ini Alasannya!


Membuat paspor ada cara tertentu dan tak boleh sembarangan. Salah satunya kamu tidak boleh tersenyum saat di foto petugas imigrasi. Larangan tersebut disinyalir berkaitan dengan regulasi keamanan internasional. Belakangan ini, banyak bandara yang telah melakukan modernisasi, dengan menambahkan berbagai fasilitas berteknologi tinggi, seperti perangkat pemindaian biometrik, yang notabennya adalah alat pengenal wajah. 

Alat ini berfungsi untuk mengenali wajah para penumpang, melalui proses scanning dengan menggunakan peralatan elektronik. Hasil scanning dibandingkan dengan database asli yang dipegang pihak imigrasi. Pada proses inilah, pola biometrik diterapkan, di mana jarak antara mata seseorang dan bentuk mulutnya, akan diteliti secara mendalam untuk menemukan kesamaan yang identik. Oleh karena itu, foto paspor yang digunakan, harus konsisten dan akurat tanpa bayangan atau distorsi lainnya pada wajah subjek. 

Dalam hal ini, para pelamar paspor diperbolehkan untuk menyisir rambut mereka kebagian belakang kepala, memiringkan kacamata mereka untuk menghilangkan efek silau, namun harus tetap dalam ekspresi netral dan tidak boleh tersenyum sedikit pun. Ketika kamu tersenyum, gerakan tersebut ternyata dapat mendistorsi hubungan antara mata dengan titik biometrik. 

Artinya, tidak hanya senyuman saja yang dilarang, mengerutkan kening dan ekspresi lainnya pun dapat menimbulkan distorsi hinggu berujung pada gangguan sistem biometrik. Jadi, kamu harus tetap dalam ekspresi netral. Setelah melakukan penerbangan semalam suntuk, dan menunggu antrian yang cukup panjang, kamu mungkin sudah tidak berniat lagi mengumbar senyuman saat melewati pemeriksaan keamanan. Dilansir dari Yahoo!newzealand.


Sumber : okezone

Pernah Membayangkan Sebuah Desa Tanpa Jalanan? Mari Berkunjung ke Giethoorn


Desa Giethoorn, di Belanda, terkenal karena hal unik. Anda tidak akan menemukan mobil atau bus, atau alat transportasi modern di sini sama sekali. Kota kecil ini indah, dulu dikenal sebagai 'Venesia dari Belanda' dan tidak memiliki jalan, hanya kanal. Jadi bepergian dengan perahu adalah cara utama untuk berkeliling di desa ini. Dengan suasana yang hening dan tenang, desa ini sempurna bagi Anda yang mencari relaksasi dan kenyamanan.

Dipenuhi dengan nuansa damai, hidup di desa Giethoorn tidak perlu tergesa-gesa. Menghabiskan waktu di desa ini sangat berbeda dengan hidup di kota besar yang penuh hiruk pikuk dan rentan stres. Anda tak perlu terjebak kemacetan, Anda hanya perlu naik perahu untuk tiba di rumah sambil menikmati pemandangan yang indah di sekeliling Anda. Apalagi yang Anda butuhkan? Dikutip dari situs Brightside pada Senin (18/4/2016), simak suasana desa Giethoorn yang indah dan damai berikut ini.

Desa ini didirikan pada tahun 1230 oleh sekelompok pengungsi dari selatan, yang datang ke daerah ini untuk mencari pemukiman baru. Ketika mereka pertama kali tiba di sini, mereka kagum dengan jumlah tanduk kambing yang tersisa setelah banjir besar. Itulah sebabnya tempat ini dinamakan 'Giethoorn' yang berarti tanduk kambing.


Selama bertahun-tahun, penduduk menemukan banyak deposit gambut. Senang dengan penemuan mereka, para pemukim menggali mencari gambut di daerah yang paling mereka sukai, sehingga menimbulkan lubang di tanah. Seiring waktu berlalu, lubang ini berubah menjadi danau yang membentuk rantai kanal hingga terlihat seperti sekarang ini.

Dengan banyaknya alang-alang yang tersedia di daerah berawa ini, hampir semua rumah beratap jerami. Di masa sebelumnya, hanya orang kaya yang mampu memakai atap ubin. Sekarang ini, atap jerami justru berharga lebih mahal.


Desa ini menjadi terkenal di tahun 1960-an berkat sutradara Belanda Bert Haanstra, yang menggunakan desa Giethoorn sebagai lokasi di salah satu filmnya. Perahu yang digunakan di desa ini adalah perahu karet dan perahu kecil sebagai alat transportasi untuk berkeliling di desa ini. Yang menarik adalah, hanya perahu elektrik saja yang boleh dipergunakan, sedangkan penggunaan perahu dengan mesin diesel dilarang.


Sumber : liputan6.com

8 Alasan Mengapa Sekali Seumur Hidup Kamu Wajib Traveling Sendirian


Seorang traveler memutuskan untuk pergi liburan rame-rame tentu punya tujuan tertentu. Selain meminimalisir biaya dengan cara sharing cost, mereka jadi lebih pede menjelajahi kota yang baru mereka kenal. Namun setidaknya sekali seumur hidup, seorang traveler ada baiknya mencoba melakukan perjalanan solo dengan berbagai alasan.

Solo traveling tidak selalu membosankan. Banyak hal-hal menarik yang bisa kamu dapatkan dengan melakukan perjalanan sendiri. Kamu akan terlatih untuk keluar dari zona nyaman, tertantang untuk menjadi yang lebih mandiri hingga melatih kemampuan sosialmu. Solo traveling punya potensi besar untuk merubah kehidupan seseorang menjadi lebih baik. Berikut alasan mengapa kamu harus melakukan solo traveling.

1. Solo Traveling Memotivasi Seseorang Menjadi Pribadi Pemberani

Jika selama ini kamu ngetrip bareng teman-teman dan mendapatkan semua kemudahan sebab segala masalah bisa dipecahkan bersama-sama maka saatnya kamu mencoba untuk pergi sendirian. Di sini kemampuan survive mu akan diuji. Dengan melakukan solo traveling, seorang traveler dituntut menyelesaikan semua permasalahan dengan mengandalkan dirinya sendiri. Saat itu mereka akan menyadari bahwa ternyata mereka mampu melakukan hal-hal yang selama ini mereka anggap di luar kemampuan mereka. 

Mereka juga menyadari akan ada banyak keseruan yang didapatkan dengan pergi sendirian. Seperti misalnya saat berhasil membuat navigasi di daerah yang masih asing, rasa bangga dan percaya diri akan menyelimuti diri traveler itu. Hal-hal positif seperti ini yang kemudian akan memberi dorongan motivasi dan inspirasi di kehidupan sehari-hari sehingga mereka akan jauh lebih bersemangat dan percaya diri menjalani kehidupan.

2. Melatih Traveler Untuk Keluar Dari Zona Nyaman

Ngetrip rame-rame memiliki andil dalam menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan juga meningkatkan nilai-nilai kebersamaan. Lebih jauh seorang traveler membutuhkan kemampuan untuk beradaptasi dan bertahan hidup, untuk itu di sinilah peran solo traveling untuk menumbuhkannya.

Bepergian ke tempat yang asing akan menghadapkan seorang traveler pada hal-hal baru yang belum pernah mereka alami. Dari situ traveler diuji untuk bertahan di lingkungan yang ada di luar zona nyaman mereka. Suasana baru, lingkungan baru dan pola hidup yang baru seakan menjadi mesin seleksi alam yang ampuh untuk menekan seseorang untuk beradaptasi bukan hanya untuk bertahan hidup namun juga bagaimana cara mengembangkan diri di luar zona nyaman tersebut.

3. Belajar Membuat Keputusan




Coba kamu ingat-ingat kembali saat kamu melakukan perjalanan secara berkelompok. Ide untuk menentukan tujuan wisata, pilihan transportasi hingga tempat menginap biasanya berasal dari satu atau beberapa orang saja sedangkan yang lainnya hanya ikut begitu saja. Nah, melakukan perjalanan solo akan mendorong traveler belajar membuat keputusan untuk diri mereka sendiri. Perjalanan solo secara otomatis akan membuat traveler sepenuhnya mengandalkan diri mereka sendiri mulai dari itinerary yang akan dikunjungi, angkutan apa yang mau dipakai, tempat makan hingga penginapan yang ingin digunakan.

Dari sana kamu akan mengetahui potensi diri sendiri dan sadar bahwa ternyata kamu juga mampu untuk membuat pilihan yang tepat tanpa bantuan dari orang lain. Sifat ini yang kemudian akan selalu terbawa dalam kehidupan sehari-harimu, mempercayai naluri sendiri akan banyak membantu dalam menjalani aktivitas kehidupan.

4. Menjadi Rileks dan Mengembangkan Kreatifitas

Jalan-jalan seorang diri memberi banyak waktu bagimu untuk lebih memanjakan diri. Bayangkan saja kamu tidak perlu lagi terikat dengan orang lain. Semua rencana perjalanan bisa leluasa kamu buat sesuai dengan moodmu, kamu tidak perlu berdebat dengan teman kapan harus bangun tidur, sarapan dan berangkat menuju ke destinasi wisata yang diinginkan. Apa yang kemudian kamu dapatkan? Kamu akan punya banyak waktu untuk merelaksasi tubuh dan pikiranmu.

Menghabiskan liburan sendirian memberimu banyak waktu untuk mengembangkan pikiranmu. Dengan pikiran yang lebih terbuka, imajinasi pun akan maki berkembang. Ini menjadi modal dasar untuk menumbuh kembangkan antusiasme dan gairah untuk menjalani kehidupan setelah pulang dari perjalanan.

5. Menemukan Hal-Hal baru



Perjalanan solo akan menuntun traveler menemukan hal-hal yang baru. Pertama mereka punya cukup waktu sendiri untuk melakukan refleksi dan lebih mengenal diri sendiri. Lambat laut kamu akan mengerti apa passion hidupmu yang sesungguhnya. Dari sana kamu akan dituntun untuk menemukan tujuan dan prioritas dalam hidup.

Berada jauh dari orang-orang yang kamu kenal secara nyata juga akan menyingkirkan setiap tindakan yang biasanya kamu lakukan hanya demi untuk menyenangkan orang lain. Hal-hal baru akan muncul di benakmu yang akan menyadarkanmu tentang apa-apa saja yang benar-benar penting bagi kehidupanmu sendiri.

6. Menemukan Teman Baru

Melakukan solo traveling memberimu peluang yang sangat besar untuk berkenalan dengan orang baru. Sebab kamu tidak lagi terpaku untuk bercakap-cakap dengan orang yang kamu kenal. Naluri sosialmu akan terus mendorong untuk berkomunikasi dengan orang baru baik disengaja maupun tidak.

Mungkin kamu tidak akan menyadarinya begitu saja jika dengan berkomunikasi dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda akan membuka pikiranmu, memperluas pandanganmu terhadap dunia, dan yang paling penting dari sana kamu akan menemukan sebuah inspirasi. Teman-teman baru ini bisa saja kamu temukan selama perjalanan berupa sesama traveler solo atau di destinasi tujuan yaitu para warga lokal.

7. Bebas Melakukan Apapun

Bebas, itulah yang kamu dapatkan dengan melakukan perjalanan solo. Tidak ada aturan yang mengikatmu pun demikian tidak ada teman yang kamu jaga perasaannya. Semua kegiatan yang dilakukan murni bersumber dari idemu sendiri karena dalam perjalanan itu hanya ada kamu.

Kamu bebas memutuskan perjalananmu sesuai jadwal atau go show. Di lain sisi, kamu tidak perlu lagi berdebat mengenai tempat-tempat mana saja yang dikunjungi dan tidak perlu dikunjungi hingga tidak perlu khawatir lagi tentang durasi selama di destinasi wisata. Liburan itu milikmu dan bagaimana caramu menikmatinya itu terserah kamu juga.

8. Lebih Peduli Dengan Sesama

Traveling solo ke tempat baru akan membuka matamu lebih lebar mengenai dunia ini. Kamu tidak lagi berkonsentrasi dengan teman-temanmu, kamu akan melihat dunia lebih terbuka hingga hal-hal kecil tak luput dari pandanganmu. Hal yang paling sering didapatkan solo traveler adalah mengenai kesenjangan kehidupan di kota-kota lain baik dalam maupun luar negeri.

Hal ini secara perlahan akan meningkatkan rasa simpati dan naluri untuk lebih menyayangi pada sesama. Kamu tidak akan merasa lagi menjadi orang yang paling miskin atau tidak dianggap oleh orang lain. Masih banyak kehidupan yang berada di bawahmu di luar sana. Bahkan kehidupan yang tidak kamu inginkan itu sebenarnya banyak diinginkan orang lain yang tidak beruntung di luar sana.

Itulah beberapa alasan yang harus kamu ketahui mengapa solo traveling perlu kamu coba lakukan. Pun demikian selama bepergian sendiri perhatikan pula dengan keselamatan. Caranya dengan mempelajari kota tujuan, pilihlah kota yang aman untuk solo traveling. Menjelajahi kota pada siang hari, melakukan booking penginapan terlebih dahulu, beritahu orang rumah kemana kamu pergi dan ikuti terus informasi mengenai ramalan cuaca di kota tujuan.


Sumber : travelyuk.com